400 Narapidana Tak Bisa Nyoblos Pilgub Jateng

SEMARANG (Asatu.id) – Sebanyak 400 narapidana penghuni Lapas Baru Purwokerto, Kabupaten Banyumas terpaksa dicoret dari daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng. Dengan dicoretnya dari daftar DPT, mereka dipastikan tidak bisa ikut nyoblos Pilgub 2018.

Ketua KPU Jateng, Joko Purnomo mengatakan dicoretnya 400 napi tersebut dalam daftar DPT Pilgub lantaran merek tidak mampu menunjukkan kelengkapan identitasnya sebagai syarat pemilik hak suara.

“400 narapidana yang dicoret DPT itu sebelumnya sempat didaftarkan di TPS 7 Lapas Baru Purwokerto. Namun, saat mau dilakukan rekam data, setiap narapidana tidak bisa menunjukan identitasnya. Sesuai ketentuan UU Pilkada, daftar pemilihnya harus dicoret,” ujar Joko Purnomo, Jumat (20/4).

Joko memastikan, mereka tidak akan bisa ikut berpartisipasi dalam Pilgub 2018 nanti. Dengan penghapusan calon pemilih sebanyak itu, maka jumlah TPS-nya berkurang satu. Dari jumlah DPS semula ada 63.974 TPS, saat ini tinggal menyisakan 63.973 TPS.

Selain itu, KPU juga masih menemukan beberapa pemilih pemula yang belum masuk dan terdaftar dalam DPT mengingat keberadaan mereka sudah berusia 17 tahun namun belum namanya terdaftar. (is)

 

 

19

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan