Kearifan Lokal Jadi Bentuk Jatidiri Bangsa

SEMARANG (asatu.id) – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono mengatakan, kekayaan warisan budaya dan nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki bangsa ini merupakan modal dasar dalam pembentukan jati diri dan karakter bangsa. Bukan malah menjadi hal yang membuat perpecahan.
Kearifan lokal, lanjut Sri Puryono, bisa menjadi filter menjadi pedoman moral dalam penyelesaian masalah konflik kepentingan di dalam masyarakat.
“Contoh kalau di jawa tengah, kearifan lokal yang mampu membentuk jatidiri bangsa antara lain, ‘tepa selira’ yang artinya tenggang rasa atau toleransi, aja dumeh yang artinya tak sewenang-wenang. Dan masih banyak lagi kearifan lokal yang lain,” ujarnya, Rabu (18/4).
Sekda juga menambahkan, Jawa Tengah juga harus menjadi benteng Pancasila dengan menjunjung dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila. Serta ada di garda terdepan dalam melawan segala bentuk ancaman yang mengancam NKRI.
“Kita buktikan bahwa Jawa Tengah ada pada garda terdepan untuk melakukan perlawanan pada radikalisme dan terorisme dan segala bentuk rongrongan dan tantangan yang mengancam Pancasila dan NKRI,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *