Pustakawan terbaik Jateng ada di Udinus

SEMARANG (Asatu.id) – Internet sebagai tantangan bagi perpustakaan pada era modern, dan bukan menjadi ancaman bagi perpustakaan. Melalui kolaborasi antara teknologi dan perpustakaan merupakan cara menghindari data maupun jurnal hoaks yang banyak beredar.

Pustakawan Universitas Dian Nuswantoro Aan Prabowo mengatakan daya baca mahasiswa maupun masyarakat pada era sekarang cenderung mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya hal tersebut dipicu oleh validitas data di perpustakaan lebih akurat jika dibandingkan data yang didapatkan dari Internet.

“Mendapatkan data di internet memang mudah dan cepat namun banyak data yang tidak bisa dipertanggungjawabkan keabsahannya. Dahulu jurnal di Udinus hanya sedikit dan belum terpusat, kini sudah terpusat dan banyak jurnal yang bisa menjadi referensi bagi bahan skripsi maupun menambah ilmu,”ujar Aan Selasa (17/4).

Aan menyarankan agar para mahasiswa maupun masyarakat umum tidak menelan mentah-mentah informasi yang didapatkan dari internet, namun harus mencocokan data yang didapatkan terlebih dahulu dengan data maupun referensi di perpustakaan.

“Dengan cara itu, mahasiswa dan masyarakat umum dapat terhindar dari hal-hal yang berbau hoaks. Website-website yang terlihat kurang menyakinkan agar tidak dibuka dan dihindari karena berbahaya bagi pemahaman terhadap sesuatu,” jelasnya.

Belum lama ini, Aan Prabowo juga berhasil menjadi satu diantara juara harapan II sebagai penilaian pustakawan berprestasi tingkat Provinsi Jawa Tengah yang diadakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pemprov Jateng. Ia mengungkapkan jika melalui juara tersebut dapat mengubah image masyarakat terhadap para pustakawan di Indonesia.

“Memang awalnya pesimis karena banyak dari berbagai universitas maupun berbagai jenjang sekolah yang mengikuti lomba tersebut. Saat diumumkan menjadi salah satu juara saya senang. Selama ini pustakawan dianggap sebagai penjaga buku semata, namun pustakawan memiliki peranan penting dalam menyedia informasi dan fasilitator mahasiswa maupun masyarakat,” pungkas Aan.

24

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan