Masyarakat Jangan Tergiur Biaya Umroh Murah

SEMARANG (Asatu.id) – Kementerian Agama Kantor Wilayah Jawa Tengah menghimbau masyarakat agar tidak tergiur biaya umroh murah dan harus cerdas dalam memilih biro umroh. Hal tersebut mengingat, banyaknya kasus penipuan yang dilakukan biro umrah belakangan ini.

Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Solikhin, tren umroh saat ini masih mengalami kenaikan, menyusul waktu tunggu ibadah haji yang sangat lama, membuat masyarakat lebih memilih menjalankan ibadah umroh.

“Karena ibadah haji itu masa tunggunya lama hampir 20 tahun dan kuota dari Pemerintah arab itu sedikit, jadi masyarakat banyak yang memilih mejalankan ibadah umroh,” ujarnya dalam acara diskusi “Ibadah Aman Tanpa Tipuan” yang diadakan Forum Wartawan Pemprov-DPRD Jateng (FWPJT), di Gedung Kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan, Selasa (17/4).

Sholikhin menambahkan, banyaknya biro Umrah yang menawarkan promo harga murah sehingga dimanfaatkan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU), yang tidak amanah untuk mencari keuntungannya sendiri.

“Saat ini banyak biro Umrah yang tidak amanah yang kemudian dana para jamaah Umrah dimanfaatkan malah untuk investasi fisik yang ujung-ujungnya bermasalah. Selain itu, masih ada pula biro yang memakai sistem MLM yang bisa merugikan jamaah Umroh,” imbuhnya.

Himbaunya, bagi masyarakat yang ingin menjalankan ibdaha umroh dan memilih biro  umroh, agar memastikan beberapa hal. Yakni pastikan bironnyaa dicek di website haji.kemenag.go.id. Lalu pastikan jadwal penerbangan pulang perginya,  pastikan paketnya, Pastikan, akomodasinya atau hotel minimal bintang 3, serta terakhir pastikan visanya.

“Kami berharap maraknya biro-biro yang tidak kredibel itu masyarakat selau waspada dan berhati-hati, dengan selalu melakukan pengecekan terhadap izin dari suatu biro,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Devisi Syariah Bank Jateng, Rizeni Arifin menambahkan, pengecekan dan verifikasi memang harus dilakukan masyarakat terhadap biro jasa umroh dengan melihat apakah pihak biro telah bekerjasama dengan Bank.

“Masyarakat yang akan Haji atau Umrah juga bisa melihat bironya, kompeten atau tidak, serta melihat dia bekerjasama dengan bank tidak,  karena bank ini biasanya bekerjasama dang biro dan sudah melakukan verifikasi,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *