Mahasiswa Fkes Udinus Juara Duta Lingkungan Hidup

SEMARANG (Asatu.id) – Adinda Agustin, mahasiswi dari program studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan (FKes) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) berhasil terpilih sebagai Juara 1 Duta Lingkungan Hidup 2018 Kota Semarang.

Koordinator kemahasiswaan FKes Udinus, Ratih Pramitassar menuturkan, Dinda mengalahkan puluhan finalis lain dari SMA/K se-derajat dan perguruan tinggi se-Kota Semarang, Adinda mendapatkan dukungan penuh dari seluruh sivitas akademika Udinus.

“Dari awal kami memang support penuh dari pendaftaran ajang Duta Lingkungan Hidup Kota Semarang 2018 hingga terpilih. Kalau program-programnya tentunya kami bantu secara penuh karena sebagai Fakultas yang konsen terhadap kesehatan kami punya tanggung jawab memperbaiki segala hal yang berhubungan dengan kesehatan di masyarakat,” ujar Ratih (17/4).

Nantinya, Duta Lingkungan Hidup Kota Semarang 2018 dapat melaksanakan tugasnya untuk mengeksplor Kota Semarang khususnya lingkungan Kota Semarang di mata domestik dan mancanegara. Dengan terpilihnya Adinda sebagai Duta Lingkungan Hidup 2018, banyak target yang akan diperbaiki lingkungan di Kota Seamrang. Khususnya daerah pinggiran yang masih mengalami kekurangan dari berbagai aspek.

“Ilmu yang saya pelajari selama perkuliahan juga sangat bermanfaat saat mengabdi menjadi Duta Lingkungan Hidup 2018 Kota Semarang nantinya,” ungkap Adinda mahasiswi semester 2 tersebut.

Adinda menuturkan, Kota Semarang berada di pusat Jawa Tengah, sehingga sudah baik dari segi drainase hingga pemahaman terhadap kesehatan. Namun berbanding terbalik saat melihat wilayah Semarang pinggiran.

“Disana masih terdapat rumah-rumah yang kurang layak, serta sanitasi yang masih buruk. Edukasi menjadi hal yang terbaik untuk memperbaiki itu,” imbuh Dinda.

Dinobatkannya Dinda sebagai Duta Lingkungan Hidup 2018 Kota Semarang, bukan hanya gelar semata. Namun terdapat tanggung jawab besar yang dibebankan kepada dirinya, sekaligus meramu kegiatan-kegiatan yang cocok untuk memperbaiki lingkungan hidup di Kota Semarang.

“Saya dan para pemenang yang lain masih mendiskusikan startegi apa yang akan kami jalankan kedepannya. Karena Kota Semarang memang membutuhkan anak muda yang peduli lingkungan. Terlebih di era globalisasi yang sekarang, anak muda  serba acuh tak acuh terhadap lingkungan sekitar. Siapa lagi kalau bukan putra-putri dari daerah sendiri yang memperbaiki,” pungkas Dinda.

40

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan