Kuota Jamaah Haji Jateng Naik

SEMARANG (Asatu.id) – Kuota untuk pemberangkatan haji dari Jawa Tengah akan mengalami kenaikan. Pada tahun ini, kuota jemaah haji bertambah sekitar 840 jiwa menjadi 30.479 jemaah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh, Kementerian Agama Kanwil Jawa Tengah, Sholikhin, Selasa (17/4).

“Tidak hanya Jateng saja yang mengalami kenaikan. Tapi daerah lain juga. Tahun ini saja kuota jemaah haji Indonesia mencapai 21.000 jiwa meliputi, 204 haji reguler dan 17.000 haji khusus,” ujarnya.

Kenaikan jumlah kuota tersebut, dikatakannya, merupakan hasil dari hubungan baik bilateral antara Presiden Joko Widodo dengan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud yang menghasilkan kesepakatan penambahan kuota untuk 34 provinsi di Republik Indonesia sebesar 10 ribu jiwa.

“Ini hadiah yang diberikan Raja Salman sewaktu bertemu dengan Pak Presiden. Tambahan kuotanya diubah jadi kuota haji tetap untuk semua daerah di Indonesia,” imbuhnya.

Dengan tambahan kuota tersebut, ia menambahkan antrean untuk pemberangkatan jemaah haji menjadi lebih lama sampai 20 tahun mendatang dengan total pengantre terdapat 613 ribu jemaah dengan 96 kloter petugas.

“Tapi ada perubahan besaran ongkos pemberangkatan haji, yang berangkat dari Embarkasih Solo, biayanya naik Rp 35.933.275 dari sebelumnya masih berkisar Rp 35.450.000. Ini dilakukan untuk menyesuaikan biaya avtur yang mengalami lonjakan signifikan,” tukasnya. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *