BNNP Jateng Bongkar Jaringan Pengedar Sabu, 3 Ditangkap, 1 Ditembak

SEMARANG (Asatu.id) –  Badan Penanggulangan Narkotika (BNN) Provinsi Jawa Tengah membongkar  jaringan peredaran gelap narkotika jenis sabu di wilayah Jawa Tengah. Dalam kasus ini, 3 tersangka berhasil diamankan dan 1 tersangka terpaksa ditembak mati.

Kepala Badan Penanggulangan Narkotika (BNN) Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol Tri Agus Heru menuturkan, dalam penangkapannya, para tersangka ditangkap terpisah. Di mana awal pengungkapan kasus bermula penangkapan tersangka Imam di Semarang, Kamis (12/4) malam, di Stasiun Tawang.

“Tersangka memang baru saja pulang dari Surabaya usai mengambil pesanan narkotika. Tersangka sebenarnya mau ke Pekalongan dan menunggu perintah selanjutnya. Tapi keburu kami amankan,” ujar Tri Agus Heru pada keterangan persnya, di Kantor BNNP Jateng,  Jalan Madukoro, Semarang, Selasa (17/4).

Dari tangan tersangkan, petugas mengamankan barang bukti sabu dengan berat keseluruhan 1,2 kg yang dibungkus kardus yang dilakban. Dalam pengakuannya, dirinya diperintah tersangka Budi yang merupakan warga binaan di LP Pekalongan.

“Tersangka ini sudah tiga kali mendapat perintah dari Budi mengambil narkotika di Surabaya dalam kurun tiga bulan terakhir dengan upah Rp 7 juta setiap kali jalan,” imbuhnya.

Untuk tersangka Budi, dirinya mangku menggerakan seluruh pergerakan kurirnya menggunakan telepon genggam.

Berdasarkan keterangan kedua tersangka, selanjutnya, pada hari Minggu (15/4), BNNP Jateng melakukan pengembangan ke Kebumen. Hingga pada pukul 21.10 WIB, Tim Direktorat Penindakan dan Pengejaran BNN sukses menciduk tersangka Tri di Jalan Slamet Riyadi No. 53, Prembun, Kebumen. Tepatnya di depan RS Prembun Kebumen.

Tri merupakan kurir dari Jogjakarta ke Palembang menggunakan pesawat. Tri sendiri mengaku diiming-imingi uang sebanyak Rp 15 juta oleh Budi untuk melakukan tugas tersebut. Namun dirinya mengaku baru baru terima upah lima juta (rupiah).

Tak berhenti samapi di situ, tim BNNP Jateng meminta tersangka Tri melanjutkan perannya sebagai kurir. Ditemuilah penerima atas nama Aryanto yang hendak mengambil sabu seberat 2 kg tadi.

“AR (Aryanto) malah melawan dan melarikan diri. Kita beri tembakan peringatan, tidak digubris ya kita lakukan tindakan tegas terukur. Tersangka Aryanto akhirnya tewas di tempat dan sudah dikembalikan ke keluarga,” katanya.

Para tersangka saat ditahan di Rumah Tahanan BNNP Jateng dan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal pidana mati.

Selain barang bukti berupa sejumlah kemasan berisi sabu tadi, Agus menuturkan pihaknya juga menyita total empat buah handphone dari masing-masing tersangka yang dipakai untuk berkomunikasi. “Nah dari situ kita akan lakukan pengembangan lagi, dari bukti-bukti chat yang ada,” tegas Agus. (is)

 

17

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan