Banyak Negara Berkejaran Genjot Industri Pariwisata

SEMARANG (Asatu.id) – Industri yang paling berkembang pesat di dunia ini adalah pariwisata. Banyak negara saling berkejaran menggenjot industri ini, karena menjelang tahun 2000 lalu indikasinya sudah terlihat pasti. World Tourism Organization merilis, industri pariwisata telah menyumbang 10 persen Produk Domestik Bruto di dunia, mengalahkan pemasukan ekspor produk minyak dunia.

Paparan itu disampaikan pengamat kepariwisataan, Handry TM, pada Dialog Pariwisata di Hotel Star Semarang, Selasa (17/4). Kegiatan yang mengambil tema “Maju Bersama Desa Wisata” tersebut diselenggarakan oleh Disbudpar Jateng, dengan peserta para pengelola desa wisata dari Kota Semarang dan sekitarnya, mahasiswa, dan pengamat, praktisi serta pelaku pariwisata.

Di Indonesia, menurut Handry, industri pariwisata digadang-gadang akan menjadi industri yang menyokong banyak kebutuhan bagi sektor lainnya. Margin yang didapat dari pariwisata akan menyokong pajak yang besar, dimana pajak itu akan digunakan untuk memperbaiki induatri pendidikan, pembangunan infrastruktur, lapangan pekerjaan, sektor pwrekonomian dan banyak kebutuhan lain.

“Pasar pariwisata akan membuka lebar terhadap atmosfir peradaban dunia, dan Indonesia amat sangat kaya.  Sektor kesenian yang bisa melengkapi kepariwisataan, kelak akan dipadukan dengan sektor industri. Hasilnya adalah produk kesenian yang kelak mendunia,” ujar mantan jurnalis itu.

Handry menuturkan, untuk mencapai tingkat pengelolaan kepariwisataan yang maksimal, maka perlu pemetaan, inovasi dan kreativitas. Tujuannya agar destinasi wisata itu bisa dijual.

“Penyedia pariwisata, sebagaimana elemen industri yang lain, dituntut untuk tetap bersaing secara kreativitas,” katanya. (is)

 

36

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan