Ekspor Ikan Diprediksi Naik Signifikan

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Balai Karantina Ikan dan Pengembangan Mutu (BKIPM) Kota Semarang, Gatot R Perdana mengatakan pemberantasan illegal fishing oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memiliki dampak positif terhadap peningkatan hasil tangkapan ikan di Jawa Tengah.

“Ada beberapa komoditi ikan masih mendominasi transaksi ekspor dari Jawa Tengah menuju sejumlah negara tujuan. Seperti Asia dan Eropa,” ujarnya, Senin (16/4).

Gatot menyebutkan, komoditi yang masih mendominasi ekspor tersebut ialah ikan kakap, tengiri, rajungan, cumi, kepiting, udang.

“Untuk ekspor ke Negara-negara Asia dan Eropa macam komoditas tersebut frekuensinya masih sangat tinggi sampai saat ini,” imbuhnya.

Pihaknya juga optimis dengan hal tersebut akan berdampak dengan ekspor yang naik signifikan. Pihaknya juga menyampaikan terdapat empar pabrik ikan yang mendapat penghargaan dari BKIPM. Mereka antara lain, PT Maya Food, PT Jala Sembilan, PT Mitra Kargo dan PT Aquafarm.

“Penghargaan diberikan karena mereka mampu meningkatkan kedisiplinan, ketelitian, kepatuhan dalam melakukan karantina ikan serta penguatan kerjasama yang berjalan dengan baik,” tukasnya. (is)

 

20

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan