Dewan Jateng Dorong Pemerintah Ikut Berikan Pendidikan Politik

SEMARANG (Asatu.id) – Pendidikan politik yang bermartabat, berbudaya, tidak menggunakan isu SARA, ujaran kebencian, dan hoax sangat penting diberikan kepada masyarakat. Hal tersebut bertujuan, masyarakat mampu menjadi pemilih cerdas dalam ajang pesta demokrasi seperti pilkada, pilgub, pileg, pilpres atau pemilihan yang lain.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah, Rukma Setyabudi dalam acara talkshow di Semarang, Senin (16/4).

Rukma menambahkan, pendidikan politik kepada masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab partai politik saja. Melainkan, pemerintah juga harus mampu berperan dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.

“Contohnya saja, pendidikan politik di sekolah-sekolah. Pemerintah juga harus bisa ikut berperas. Anak-anak SMA paling tidak ngertilah berdeomokrasi itu seperti apa, pemilihahan itu seperti apa, pileg pilpres dan lainya seperti apa. Kemudian apa saja yang penting disitu. Bukan untuk mengkampanyekan seseorang, tapi memberikan pendidikan cara cara menjadi pemilih yang cerdas,” ujarnya.

Ia melanjutkan, di Jawa Tengah sendiri masih terdsapat kurang lebih 400.000 pemilih pemula yang akan menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada 2018 ini. Pihaknya menegaskan bahwa pendidikan politik sangat diperlukan para pemilih pemula tersebut agar tidak masuk dalam politik praktis.

“Untuk ituk kami minta juga ke KPU utnuk  bersosialisasi bagaimana menggunakan hak pilihnya dengan baik ke adek-adek kita yang baru akan menggukan hak pemilihnya untuk pertama kali ini,” tukasnya. (is)

 

23

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan