Proyek Tol Semarang – Batang Terkendala Pembebasan Lahan

SEMARANG (Asatu.id) – Belum terbebaskannya sejumlah lahan, menjadi salah satu kendala uapaya percepatan pengerjaan proyek jalan tol Semarang – Batang. Proyek yang seharusnya tuntas dan bisa digunakan saat Lebaran nanti akhirnya mengalami sedikit keterlambatan.

Untuk wilayah seksi V atau Kota Semarang, lahan yang belum terbebaskan itu di atasnya berdiri bangunan masjid, kemudian makam, dan satu lagi lahan milik warga yang di atasnya berdiri bangunan rumah.

Kepala Seksi Administrasi Kontrak PT Waskita Karya, Ronald Aldriano memaparkan, kendala lahan yang belum terbebaskan di proyek seksi V atau Kota Semarang yaitu makam di Klampisan, Jalan Honggowongso Ngaliyan, Masjid Al-Mustaghfirin di Beringin, dan satu lahan milik Sri Urip di Tambakaji.

“Di lahan makam di Klampisan, Ngaliyan, ada 1.300 titik makam. Proses relokasi makam yang merupakan tanah wakaf tersebut tinggal menunggu waktu saja karena sudah tidak ada keberatan dan warga dan sudah ada lahan pengganti,” kata Ronald.

Menurut Ronald, relokasi belum bisa dilakukan karena lahan pengganti masih berupa dataran rendah, sehingga perlu pengurukan terlebih dahulu baru kemudian memindahkan makam satu per satu.

“Setidaknya dibutuhkan waktu satu bulan untuk memindahkan seluruh makam di tempat tersebut di lahan pengganti, karena rata-rata sehari kami bisa memindahkan 70 makam. Lahan penggantinya tidak jauh dari lokasi semula. Hal itu sesuai permintaan warga yang tidak ingin makam dipindah terlalu jauh,” kata Ronald.

27

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan