Ngasbun : UNBK SMA Perlu Dievaluasi

Pengamat Pendidikan sekaligus Dosen Pascasarjana Universitas PGRI Semarang Ngasbun Egar

SEMARANG (Asatu.id) – Penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang sudah berlangsung beberapa hari lalu, harus dievaluasi. Hal ini diungkapkan Pengamat Pendidikan Ngasbun Egar yang juga Direktur (Dosen) Pascasarjana Universitas PGRI Semarang.

Dia mengatakan, evaluasi dan identifikasi penting agar pelaksanaan UNBK bagi siswa SMP/MTs besok bisa terlaksana lebih baik lagi. Hal ini tekait adanya kecacatan soal yang tidak muncul pada pelaksanaan UNBK SMA.

” Adanya kecacatan soal serta mundurnya pelaksanaan UNBK hari itu juga hingga harus selesai larut malam, perlu diperhatikan lagi oleh Pemerintah,  karena hal tersebut akan mempengaruhi fakor psikologis siswa,” ujar Egar, Sabtu (14/4).

Kecacatan soal UNBK merupakan gangguan teknis Akibat  System Operation (SO) versi lama dan belum di instal ulang sehingga ada sebagian soal yang tidak terbaca,  tidak lengkap bahkan tidak bisa diakses.

“Mundurnya jam pelaksanaan UNBK menambah kegugupan serta membuat siswa semakin setres, belum lagi selesai ujian hingga larut malam siswa akan sangat kelelahan untuk mengikuti ujian hari selanjutnya,” jelas Egar.

Ia berharap untuk UNBK tingkat SMP/MTs besok hal serupa tidak terulang lagi, serta pihak Pemerintah dan dinas terkait agar lebih siap lagi dalam menghadapi kendala-kendala selama UNBK berlangsung dan juga tidak merugikan pihak siswa.

8

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan