Generasi Milenial Jangan Terjebak Politik Praktis

SEMARANG (asatu.id) – Seseorang harus bisa menganggap kesulitan atau rintangan sebagai pembelajaran untuk menuju keauksesan. Bukan malah sebagai penghalang untuk menuju sukses.

Hal tersebut disampaikan Calon Gubernur Sudirman Said kepada lebih dari 300 generasi milineals kota Semarang yang menghadiri acara peluncuran bukunya “Dear Milleneals”, Sabtu (14/4) di Semarang, Jateng.

“Di bagian depan buku ini saya tulis kalau kita melihat kesulitan sebagai pembelajaran kita akan bisa belajar sesuatu. Tapi kalau kesulitan itu sebagai penghalang ya akan menderita kita. Temen temen ini kan jalannya masih panjang makanya saya ajak di bagian depan utntuk melihat kesulitan sebagai sarana pembelajaran,” ujarnya.

Selain itu, Pak Dirman juga mengatakan, Generasi milenial adalah generasi yang kelak akan memimpin bangsa ini. Oleh karena itu penting bagi milenial untuk melek politik.

“Adik-adik perlu melek politik agar sedikit banyak memahami proses mengurus pemerintahan. Tapi bukan politik praktis tentunya,” imbuhnya.

Menurut Pak Dirman, orang baik bukan malah menghindari politik. Jika orang baik sudah tidak mau masuk kepolitik, maka akan berpengaruh pada kebijakan yang akan muncul. Karena jabatan strategis di negara ini diputuskan melalui proses politik.

“Karena itu penting politik diisi oleh orang-orang baik. Politik adalah hulu. Kalau hulunya baik, hilirnya, dalam hal ini kebijakan dan orang-orang yang akan dipilih pun orang-orang yang baik,” imbuh Pak Dirman.

Untuk demokrasi di Jateng sendiri, Pak Dirman berpesan agar para milenials tidak mensia-siakan suaranya. Suara milenials cukup menentukan pemimpin Jateng ke depan.

“Jangan golput. Suara anda menentukan masa depan Jateng. Pilih pemimpin yang menurut anda bersih, jujur, kompeten, dan mau bekerja semata untuk kepentingan rakyat,” tukasnya.

21

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan