Tak Mau Kena Teori Ekor Jas, PPP Siapkan Strategi

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romarhumuziy mengaku saat ini PPP terus melakukan persiapan jelang Pilpres 2019. Dalam persiapannya, teori coat tail effect atau teori ekor jas menjadi perhatiannya.

Gus Rommy, panggilan akrabnya menambahkan, bahwa PPP tak ingin bernasib sama seperti parpol pendukung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai capres pada pilpres 2009 lalu.

“Saat itu (parpol) ramai-ramai dukung SBY, tapi apa yang terjadi? Semua perolehan suaranya menurun termasuk PPP dan yang naik hanya partainya Pak SBY. Kita tidak ingin itu terjadi makanya parpol harus mencalonkan ketua umumnya menjadi presiden atau wakil presiden,” ujarnya saat pembukaan Munas Alim Ulama di Hotel Patra Jasa Semarang, Jumat (13/4).

Namun demikian dirinya menerangkan bahwa PPP harua tetap berkoalisi dalam ajang Pilpres dan Pileg 2019. Hal tersebut lantaran, PPP belum memenuhi syarat pencalonan yang dimana parpol harus memiliki minimal 20 peesen suara atau 25 persen kursi di DPR RI.

“Kita tidak bisa maju sendiri. Harus berkoalisi. Kalau kita tidak bisa dapat gubernur, bisa dapat wakil gubernur. Kalau kita tidak bisa dapat bupati, bisa dapat wakil bupati. Kalau kita tidak bisa dapat wali kota, bisa dapat wakil wali kota. Kalau kita tidak bisa dapat presiden, bisa dapat wakil presiden,” imbuhnya.

Karena dukungannya ke Jokowi, muncul peesepsi atau perkataan bahwa PPP adalah Partai Semangka, hijau di luar merah didalam. Menurutnya, dalam kondisi ini partai Islam belum tentu bisa berkoalisi dengan partai berbasis Islam lainnya.

“Begitu juga nasionalis yang tak bisa serta merta menjalin koalisi dengan nasionalis lainnya yang malah tidak menambah konstituen,” ucapnya.

Kondisi tersebut,  disebutnya adalah partner in competition. Yakni bersatu di pemilihan eksekutif tapi bersaing di legislatif.

“Keputusan ini sudah diambil tak hanya berdasarkan pertimbangan istikharah, namun juga istisyarah. Dan PPP harus siap dengan perubahan. Jika adaptasi berjalan baik, maka tujuan jadi partai tiga besar di Pemilu 2019 bisa dicapai,” tukasnya.

38

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan