BBPOM Semarang Musnahkan Pangan dan Obat Tradisional Ilegal Senilai Rp 1,7 Miliar

SEMARANG (Asatu.id) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang, Jumat (13/4) melakukan pemusnahan barang bukti berupa pangan, obat tradisional, obat ilegal di kantor BBPOM Semarang Jl Sukun Raya no 41, Banyumanik.

Endang Pudjiwati, Kepala BPOM Kota Semarang mengatakan, barang bukti tersebut disita dari lima tersangka yakni satu kasus pangan ilegal berinisial S dari Pati, tiga kasus obat tradisional berinisial I dari Cilacap, S dan PH dari Banyumas. Dan satu kasus obat ilegal berinisial H dari Semarang.

“Untuk tersangak pelanggaran di bidang Obat dan Obat Tradisional bakal dijerat pasal 196 dan pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun atau denda tak kurang sebesar Rp 1,5 miliar,” ujarnya.

Kemudian untuk pelanggaran di bidang pangan dikenakan pasal 141 dan 142 UU no 18/2012 tentang pangan. Ancaman pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 4 miliar.

“Nilai ekonomis dari BB yang dimusnahkan senilai Rp 1.754.500.000 yang terdiri dari obat tradisional ilegal 21 item dan 58 kemasan obat ilegal, dan 1 item pangan dan obat ilegal,” tukasnya. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *