BBPOM Minta Masyarakat Laporkan Temuan Obat Ilegal

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang, Endang Pudjiwati meminta masyarakat ikut mengawasi peredaran produk, obat, obat tradisional, dan suplemen makanan ilegal.

“Kami juga meminta masyarakat apabila menemukan hal hal yang dicurigai peredaran produk, obat, obat tradisional, dan suplemen makanan ilegal. Termasuk produk palsu yang diedarkan melalui internet,” ujarnya, Jumat (13/4).

Endang menerangkan lebih lanjut, masyarakat bisa melaporkan temuannya kepada Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) BBPOM Semarang dengan nomor (024) 7612324, email likpomsm@yahoo.com.

“Atau layanan informasi konsumen di kantor BBPOM, Jalan Sukun Raya 41 Banyumanik,” imbuhnya.

Sebelummya, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang, Jumat (13/4), melakukan pemusnahan barang bukti berupa pangan, obat tradisional, obat ilegal.

Dirinya mengatakan, barang bukti tersebut disita dari 5 tersangka yakni 1 kasus pangan ilegal berinisial S dari Pati, 3 kasus obat tradisional berinisial I dari Cilacap, S dan PH dari Banyumas. Dan 1 kasus obat ilegal berinisial H dari Semarang.

“Untuk tersangka pelanggaran di bidang Obat dan Obat Tradisional bakal dijerat pasal 196 dan pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun atau denda tak kurang sebesar Rp 1,5 miliar,” ujarnya.

“Nilai ekonomis dari BB yang dimusnahkan senilai Rp 1.754.500.000 yang terdiri dari obat tradisional ilegal 21 item dan 58 kemasan obat ilegal, dan 1 item pangan dan obat ilegal,” tukasnya. (is)

 

 

 

 

7

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan