4 Siswa SLB ikuti UNBK

SEMARANG (Asatu.id) – Penerapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tidak dapat dirasakan oleh seluruh siswa di Kota Semarang. Terutama, para siswa berkebutuhan khusus yang ada di Sekolah Luar Biasa (SLB) B Negeri Semarang tetap menggunakan lembar jawaban sebagai sarana menjalani ujian.

“Klasifikasi dari siswa berkebutuhan khusus di SLB terdapat empat klasifikasi yaitu A untuk netra dan wicara,  B Tuna rungu, C cacat mental (dowm syndrom) dan D tuna Daksa.  Namun pelaksanaan UN tahun ini hanya diikuti oleh 4 siswa SLB B saja,” ujar Wahyudin Wakil Kurikulum, Kamis (12/4).

Total dari siswa SLB tingkat atas sendiri berjumlah 11 siswa, SLB Negeri Semarang sendiri sudah menjalankan program UN sejak tahun 2006.

“Untuk kita di sini, sebenarnya anak-anak pada dasarnya sudah memahami dan mengerti penggunaan teknologi informasi. Tapi kami panitia penyelenggara UN di SLB belum dapat menyelenggarakan UN berbasis komputer,” jelas Wahyudin.

Ia berharap meskipun anak didiknya berkebutuhan khusus tetapi, setelah lulus mereka juga dapat disetarakan dengan anak normal lainnya dalam mencari kerja.

42

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan