Fajar Kaget Ada PKL Pandean Lamper Ngaku Punya ’Sertifikat’

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, mengaku kaget dan heran ketika ada seorang wanita salah satu pedagang kaki lima (PKL) Jalan Unta Raya, Kelurahan Pandean Lamper menunjukkan ’sertifikat’ kepemilikan kios yang ditempatinya.

Wanita yang belakangan diketahui bernama Lilis Sri Suparti itu sebelumnya tampak mondar-mandir mencari Fajar Purwoto yang sedang memimpin pembongkaran bangunan kios dan hunian PKL, Rabu (11/4). Usai menyapa dan memperkenalkan diri, Lilis mengajak Fajar menuju kios yang digunakannya untuk usaha salon kecantikan.

Begitu berada di dalam kiosnya, Lilis menunjukkan sebendel surat yang disebutnya sebagai sertifikat. Setelah melihat surat tersebut, Fajar mencoba menjelaskan bahwa surat yang ditunjukkan Lilis itu bukan sertifikat. Ketika ditanya asal surat itu, Lilis mengaku mengurus dengan seseorang yang bernama Muhamad Jupri, warga Boyolali. Kebetulan saat itu, Jupri juga berada di lokasi. Jupri datang dengan maksud mendampingi Lilis dan memberi penjelasan jika ada yang ingin membongkar kiosnya.

“Logikanya, tanah ini jelas milik pemkot dan tidak mungkin ada PKL yang memperoleh sertifikat. Kami akan mengusut dan menelusuri asal usul surat yang tadi disebut sebagai sertifikat. Itu jelas bukan sertifikat, dan tidak mungkin ada sertifikat. Kalau sertifikat itu yang mengeluarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN), bukan sembarang pihak,” kata Fajar.

Pada kop surat yang ditunjukkan Lilis kepada Fajar tertulis “SOERAT POESAKA NOESANTARA KEMBALI” yang ditandatangani H Muntono sebagai petugas UN Swissindo. Sedang di bagian bawah tertera nama Dewi Bunga Siti Dahlia sebagai pihak yang menyetujui, dengan jabatan Press Com UN Swissindo World Trust International Orbit.

Lilis adalah salah satu PKL Jalan Unta Raya yang kiosnya dibangun di atas bantaran sungai Banjir Kanal Timur (BKT). Ratusan bangunan kios dan hunian liar di tempat itu dibongkar Dinas Perdagangan untuk percepatan proyek normalisasi sungai, termasuk kios Lilis yang sehari-harinya digunakan untuk usaha salon kecantikan. (is)

 

 

17

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan