de Pastry Ramaikan Varian Oleh-Oleh Khas Semarang

SEMARANG (Asatu.id) – Masih minimnya varian oleh-oleh khas Kota Semarang, membuat Dewi Puspa Kurnia berpikir untuk mengembangkan kreativitasnya menciptakan varian lain yang lebih populer di masyarakat, sekaligus terjangkau harganya.

Maka muncullah de Pastry Homemade sebagai tempat melampiaskan buruan kuliner dan oleh-oleh khas.

Saat ini de Pastry memang baru taraf soft lounching dam pembelinya pun masih sebatas online dan homemade.

Namun dari de Pastry ini Dewi ingin secepatnya membuktikan keahliannya meracik masakan yang menghasilkan produk kuliner khas dan jadi klangenan.

Juga menjaga sisi rasa yang khas dan bisa dinikmati beragam kalangan serta bisa dijadilan oleh-oleh.

“Saya merasa varian oleh-oleh khas Kota Semarang masih minimal, cuma ada lunpia, moachi, bandeng presto dan wingko. Saya ingin memperkenalkan Meetrooll yang menjadi andalan di tempat kami, de Pastry. Saya ingin Meetrooll menjadi makanan dan oleh-oleh khas Kota Semarang yang juga bisa dibawa kemana-mana,” kata Dewi.

Perempuan hobi memasak ini merencanakan grand lounching kedainya pada 18 April mendatang.

Ia memilih Semarang bagian atas sebagai tempat merintis bisnisnya. Sebab Semarang bagian atas menurutnya menjadi sentra permukiman dan perkembangan wilayah bisnis kuliner.

“Soal tempat sebenarnya di mana pun tidak masalah. Asal konsepnya jelas dan punya ciri tersendiri pasti diburu. Apalagi sudah ada google map. Saya yakin bisa berkembang. Terbukti saat ini animo masyarakat untuk datang ke sini sangat tinggi, terutama membeli Meetrooll. Maka saya juga ingin membuka cabang di wilayah Semarang bagian bawah, rencananya di kawasan RS Telogorejo,” tuturnya.

Dari sekian banyak varian yang ditawarkannya, Dewi sengaja memperkenalkan Meetrooll sebagai andalannya.

Sementara ini baru ada 2 rasa Meetrooll, yakni spesial pakai telur dan original. Nantinya, Dewi ingin mengembangkan ke rasa lada hitam dan jamur.

“Meetrooll jadi andalan kami, targetnya bisa jadi oleh-oleh khas Kota Semarang. Makanan ini juga bisa tahan seminggu kalau sudah dipanggang. Sudah banyak yang pesan dan berlangganan. Misalnya dari instansi, personal rumah tangga maupun pesanan untuk acara kantor, perusahaan maupun pesta perkawinan. Satu paket berisi 6 potong,” kata Dewi sambil menguraikan harganya, yang spesial Rp 70 ribu dan original Rp 65 ribu.

317

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan