70 Persen PKL Pandean Lamper Bongkar Kios Sendiri

SEMARANG (Asatu.id) – Proses pemutusan jaringan listrik oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang di deretan bangunan kios dan hunian liar milik pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Unta Raya, Pandean Lamper berjalan lancar, Rabu (11/4).

Di saat bersamaan, Dinas Perdagangan juga membantu pembongkaran beberapa kios dan hunian PKL yang masih berdiri. Sebelumnya Dinas Perdagangan memang memberi kelonggaran kepada para PKL yang meminta untuk membongkar sendiri kiosnya.

Dua alat berat eskavator yang sudah disiapkan, akhirnya melakukan pembongkaran dengan menyisir dari arah selatan dekat jembatan Banjir Kanal Timur sampai perbatasan Sambirejo.

“Hari ini kami melalukan pemutusan jaringan listrik sekaligus membantu beberapa PKL yang belum selesai membongkar kiosnya. Alhamdulillah lebih 70 persen bangunan kios dan hunian PKL sudah dibongkar sendiri oleh pemiliknya,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto yang memimpin langsung proses pembongkaran.

Fajar menjelaskan, di Kelurahan Pandean Lamper ada 228 bangunan milik PKL yang berdiri di atas bantaran sungai. Bangunan-bangunan liar itu harus dibongkar karena untuk kepentingan percepatan proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur.

“Target kami tanggal 16 April pekan depan semua bangunan, baik kios mapun hunian harus sudah dibongkar dan akan kami ratakan,” tuturnya.

Para PKL yang kiosnya terkena pembongkaran selanjutnya akan dipindah di beberapa tempat, antara lain Pasar Bulu, Peterongan, Suryokusumo, MAJT dan Pasar Klitikan Baru Penggaron.

Sedang PKL yang memfungsikan bangunannya sebagai hunian akan diarahkan untuk tinggal di rusunawa. (is)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *