Pembongkaran Kios PKL akan Berlanjut di 3 Kelurahan

SEMARANG (Asatu.id) – Pembongkaran kios pedagang kaki lima (PKL) untuk kelancaran proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) terus dilakukan oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang. Bangunan kios-kios itu memang dinilai nliar karena berada di sepanjang bantaran sungai.

Kepala Dinas Perdagangan, Fajar Purwoto menjelaskan, dari deretan kios PKL yang sudah dibongkar, kini tinggal menyisakan sejumlah kios di tiga kelurahan, yakni Kelurahan Bugangan, Mlatiharjo, dan Karangtempel.

“Untuk kios di Kelurahan Karangtempel merupakan yang terakhir dibongkar. Sebab, akan dibuatkan selter tersendiri. Sementara PKL di Kelurahan Bugangan dan Mlatiharjo sudah disediakan tempat relokasi,” kata Fajar.

Senin (9/4) lalu, Dinas Perdagangan juga membongkar 60 kios PKL dan 37 hunian di Kelurahan Sambirejo. Dilanjutkan dengan 89 kios PKL di Blok VII Kelurahan Rejosari. Pembongkaran dilakukan dengan menggunakan alat berat, karena beberapa bangunan sudah berdiri permanen.

Sementara Selasa (10/4) pagi, Dinas Perdagangan mulai membongkar deretan kios di Jalan Mpu Tantular, dekat Jembatan Berok. Di tempat ini ada 48 kios. Pembongkaran dilakukan untuk mendukung program revitalisasi kawasan wisata Kota Lama. Pembongkaran kios PKL liar akan terus berlanjut sampai tuntas semuanya.

“Rabu (11/4) besok kami akan membongkar kios PKL di Kelurahan Pandean Lamper. Ada 173 unit dan 63 hunian, termasuk 17 tempat karaoke yang harus dibongkar. Mudah-mudahan tidak ada kendala. Kami mengapresiasi PKLdi Banjirkanal Timur. Sebab, mereka mau mengerti adanya proses pembongkaran ini,” tambah Fajar.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *