Kios Dibongkar, PKL Mpu Tantular Mengaku Pasrah

SEMARANG (Asatu.id) – Deretan bangunan kios milik pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Mpu Tantular kawasan Kota Lama, mulai dibongkar Dinas Perdagangan Kota Semarang, Selasa (10/4). Pembongkaran dengan menggunakan peralatan manual itu dilakukan oleh beberapa tenaga tukang.

Proses pembongkaran yang dimulai dari sisi sebelah selatan, dipimpin langsung Kepala Dinas Perdagangan Fajar Purwoto. Di deretan itu berdiri 48 selter PKL. Butuh beberapa hari untuk membongkar semua selter.

“Kita mulai dari sisi selatan. Paling tidak lima sampai enam selter bisa kita bongkar hari ini, sedang sisanya kita teruskan besok dan lusa sampai selesai. Selanjutnya para pemilik kami beri tempat pengganti di Pasar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT),” tutur Fajar Purwoto.

Pembongkaran bangunan kios atau selter PKL yang berada di sekitar Jembatan Berok itu, menurut Fajar Purwoto, dilakukan terkait erat dengan program revitalisasi untuk mewujudkan kawasan Kota Lama sebagai salah satu destinasi wisata unggulan.

“Salah satu upaya mewujudkan program itu adalah dengan membersihkan area sekitar Jembatan Berok hingga Jalan Mpu Tantular dari pedagang kaki lima (PKL). Ada 48 kios PKL yang nantinya kami bongkar semua. Tidak ada masalah dengan pedagang, karena sebelumnya kami sudah melakukan sosialisasi,” kata Fajar.

Ketika berlangsung proses pembongkaran, tampak beberapa pedagang pemilik kios yang menunggui. Mereka berharap material bekas bangunan miliknya masih bisa digunakan lagi untuk mendirikan tempat jualan di tempat yang baru.

“Di Pasar MAJT belum ada kiosnya. Saya berharap ada material yang bisa digunakan lagi untuk membangun di sana. Harga material kan mahal, sementara saya tidak mendapat ganti rugi dari pembongkaran ini,” tutur Sugi, salah satu pedagang nasi rames.

Sugi dan beberapa temannya mengaku pasrah dengan kondisi yang ada sekarang. “Saya pasrah saja. Allah maha kaya, rezeki yang ngatur Dia. Mudah-mudahan di tempat yang baru Allah juga memberi banyak rezeki,” ujar Sugi yang mengaku baru beberapa tahun mengontrak kios itu.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *