DPRD Tak Permasalahkan Wisata Tinjomoyo dan Taman Lele Dikerjasamakan

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Agus Riyanto tidak mempermasalahkan pengelolaan Hutan Wisata Tinjomoyo dan Kampoeng Wisata Taman Lele dikerjasamakan pemkot dengan pihak lain. Yang penting dalam kerja sama pengelolaan itu tidak meninggalkan kearifan lokal.

Di sisi lain, menurut politisi PKS itu, dalam pemanfaatannya nanti juga tidak mengubah lingkungan. Sebab Hutan Wisata Tinjomoyo maupun Taman Lele merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH), sehingga fungsi tersebut tidak boleh diubah.

”Kami menyambut baik dan tidak mempermasalahkan. Harapan kami dengan pengelolaan tempat wisata yang lebih baik, bisa lebih banyak mendatangkan wisatawan baik lokal maupun mancanegara,” kata Agus, Selasa (10/4).

Seperti diketahui, rencananya Pemerintah Kota Semarang akan melakukan kerja sama dalam pengelolaan Hutan Wisata Tinjomoyo dan Kampoeng Wisata Taman Lele di Kecamatan Ngaliyan. Pemkot menggandeng holding company PT Bhumi Pandanaran Sejahtera yang sahamnya didominasi oleh pemkot.

Agus juga berharap kerjasama itu benar-benar akan bisa memperbaiki pengelolaan, sehingga bisa meningkatkan penghasilan, syukur bisa memenuhi target pendapatan yang dibebankan pemkot.

”Selama ini, memang aset-aset yang dikelola sendiri oleh pemkot kurang tergarap maskimal. Mudah-mudahan dengan kerjasama itu akan meningkatkan penghasilan. Hal itu juga akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat sekitar, dan juga perekonomian Kota Semarang,” tandas politisi PKS ini.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *