DPR RI Serius Kembangkan Potensi Ekraf Jateng

SEMARANG (Asatu.id) – Jawa Tengah miliki banyak potensi ekonomi kreatif (ekraf), namun para pelaku di wilayah ini belum menggarap secara maksimal. Hal ini memacu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) serius untuk mengembangkan potensi tersebut.

Anggota Komisi X DPR RI Mujib Rohmat menuturkan, ekonomi kreatif kini memang menjadi perhatian serius pemerintah. Sebab melalui ekraf orang akan menciptakan lapangan kerja baru untuk masyarakat, sehingga bisa mengurangi angka pengangguran.

“DPR mendukung penuh ekraf untuk lebih maju, khususnya di Jateng yang mempunyai banyak potensi ekonomi kreatif terutama kuliner, fashion dan kriya. Untuk kuliner masyarakat Jateng sudah sangat kreatif, seperti beberapa olahan singkong dari Salatiga,” kata Mujib, Selasa (10/4).

Dikatakan Mujib, DPR RI mempunyai tiga fungsi penting dalam mengembangkan ekraf, yakni menyusun undang-undang mengenai ekonomi kreatif, melakukan budjeting dan melakukan edukasi.

Penyusunan undang-undang lanjut dia merupakan arahan dari Presiden Jokowi untuk mengembangkan ekonomi kreatif. Saat ini DPR sedang mengumpulkan beberapa kementerian terkait untuk menyusun undang-undang mengenai ekraf.

“Kami bersama beberapa kementerian yang berhubungan dengan ekraf sedang menyusun undang-undang untuk memajukan ekonomi kreatif. Pasalnya ekraf memiliki potensi yang luar biasa untuk itu undang-undang mengenai ekraf harus digarap sebaik mungkin,” katanya.

Sementara untuk budjeting DPR memberikan dana sebesar Rp 780 miliar untuk ekraf selama 2018. Jumlah ini bisa saja bertambah asalkan ekraf terus konsisten memberikan pemasukan yang besar  terhadap negara.

“Tahun ini DPR memberi dana sebesar Rp 780 miliar untuk akses budjeting kepada pelaku industri kreatif dan angka ini bisa terus tumbuh asalkan ekonomi kreatif bisa semakin maju. Kami bisa saja memberikan Rp 1 triliun jika bisa memberi kontribusi lebih kepada negeri,” ujarnya.

Untuk fungsi yang ketiga, lanjut dia, DPR juga memberikan edukasi bagaimana mengembangkan sdm agar lebih baik lagi. Serta menjaga sumber daya alam agar pelaku ekraf tidak mengeksploitasi alam dan senantiasa menjaganya. (is)

 

 

 

25

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan