2904 Kemasan Jamu Ilegal Diamankan BPOM Semarang

SEMARANG (Asatu.id) – BPOM Kota Semarang menyita sedikitnya 2.904 kemasan produk jamu ilegal yang diedarkan di kawasan Kabupaten Tegal. Produk-produk tersebut disita pihak BPOM dari sebuah rumah di Desa Ujungresi, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.

Kepala BPOM Kota Semarang Endang Pujiwati mengatakan, 2.904 kemasan produk jamu ilegal itu merupakan jumlah dari 27 merek. Satu orang telah diamankan untuk kemudian akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. RN, 40, selaku distributor.

“Sebelumnya telah dilakukan pengawasan terhadap sebuah akun Facebook beberapa waktu lalu. Akun tersebut diketahui menjual-belikan obat tradisional dengan berbagai macam khasiat,” ujarnya saat di kantor BPOM Kota Semarang, Banyumanik, Selasa (10/4).

Endang menerangkan, macam macam jamu tersebut seperti obat pegal linu, obat kuat, dan pil-pil lainnya. Menurutnya, jamu yang disita itu mengandung bahan kimia berbahaya yang bisa berakibat fatal jika diminum tanpa dosis tertentu. Mulai dari menyerang ginjal, lambung, hingga organ-organ tubuh lainnya.

“Kita cek nomor registrasinya menggunakan aplikasi kami, produk-produk ini tidak terdaftar,” imbuhnya.

Dia meminta masyarakat agar melaporkan apabila ada temuan serupa. Selain itu, masyarakat diharapkan ikut berperan aktif menangkal peredaran jamu ilegal.

“Jika nanti RN terbukti bersalah akan dijerat dengan UU Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 dengan ancaman penjara 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar,” tukasnya. (is)

 

 

 

31

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan