Kasus Kematian Ibu Melahirkan dan Anak Menurun

SEMARANG (Asatu.id) – Jumlah kasus kematian ibu melahirkan dan anak di Kota Semarang terus menurun. Hal itu sebagai bukti keberhasilan dan kerja keras Pemkot melalui Dinas Kesehatan.

Dari data yang ada, pada 2015 lalu terdapat 35 kasus ibu yang meninggal saat proses melahirkan. Jumlah itu turun menjadi 32 kasus pada 2016, dan pada 2017 kemarin turun signifikan menjadi 23 kasus.

Sebelumnya, menurut Kepala Dinkes Kota Semarang, Widoyono, Kota Semarang sempat menduduki peringkat keempat di Jawa Tengah dengan jumlah kasus kematian ibu melahirkan dan anak paling banyak pada 2015 lalu dengan 35 kasus. Namun ternyata pada 2017 penurunan kasusnya sangat signifikan.

“Jumlah kasus pada 2017 lalu cukup rendah untuk ukuran Kota Semarang. Pasalnya, dengan jumlah tersebut maka diperoleh persentase angka kelahiran hidup yakni 88,58 persen per 100.000 ibu yang melahirkan,” kata Widoyono.

Dinas Kesehatan akan terus berupaya untuk menurunkan kasus itu. Upaya yang dimaksud yaitu merekrut satu petugas per kelurahan untuk mendampingi ibu hamil dan menggelar kelas ibu hamil.

Di samping itu, lanjut Widoyono, Dinkes juga membentuk Forum Kota Sehat dengan menggandeng tim penggerak PKK untuk mendidik ibu hamil.

“Program itu cukup efektif dan terbukti mampu menumbuhkan kesadaran ibu hamil akan pentingnya menjaga kesehatan. Karena itu, program tersebut akan kami tingkatkan lagi ke depannya,” tuturnya. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *