FKSB Rutinkan Pelatihan Untuk Masyarakat Berwirausaha

SEMARANG (asatu.id) – Sebanyak 50 wali murid dari Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam nampak antusias mengikuti pelatihan pembuatan handy craft berupa gantuan kunci batik yang diselenggarakan Forum Komunikasi Semarang Bersatu (FKSB) Semarang, Sabtu (7/4).

Ketua Bidang Peberdayaan Masyarakat dan UKM FKSB, Aris P Setyawan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam FKSB Semarang dalam pemberdayaan masyarakat di Kota Semarang.

Dengan pelatihan pemberdayaan masyarakat tersebut, diharapkan mampu memberikan tambahan keahlian kepada masyarakat dan harapannya bisa berdampak kepada ekonomi masyarakat secara luas.

“Kegiatan seperti ini akan kami rutinkan, 2 atau 3 bulan sekali. Tujuannya memberikan keterampilan kepada masyarakat tentunya. Kami ingin bersinergi dengan stakeholder agar masyarakat mempunyai nilai tersendiri melalui pelatihan ini. Diharapkan juga dari setelah ini ibu-ibu yang ikut pelatihan bisa memiliki keterampilan hingga nemiliki jiwa berwisausaha,” ujarnya.

Tak hanya berhenti sampai disitu, Aris melanjutkan, FKSB juga akan melakukan monitoring terhadap keberlanjutan pelatihan yang telah diberikan. Kemudian, apabila dirasa sudah berjalan mandiri, pihaknya juga siap menjembatani para pelaku usaha mandiri dari hasil pelatihannya untuk masalah permodalan.

“Kita juga akan jembatani mereka ini dengan pemerintah kota atau perbankan jika memang dibutuhkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Wali Murid MI Nurul Islam, Bunda Dini mengaku senang dengan adanya pelatihan tersebut. Menurutnya, potensi gantungan kunci sangat besar untuk peningkatan perekonomian bagi para wali murid.

“Alhamdulillah dengan ini punya kesempatan untuk membuka usaha. Kalau potensinya besar untuk souvenir pernikahan. Harapannya juga bisa dapat modal dari perbankan atau pemerintah,” tukasnya.

 

59

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan