Pembangunan Tol Semarang Demak Harus Perhatikan Lingkungan

SEMARANG (Asatu.id) – Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadi Moerwanto mengatakan pembangunan jalan tol Semarang-Demak bukan hanya mengatasi masalah kemacetan saja, tetapi juga memperbaiki lingkungan yang tadinya kumuh menjadi lebih baik.

“Bukan hanya pembangunan jalan tol, tetapi juga memperbaiki lingkungan atau sistem environmental remediation,” ujarnya saat bertemu dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Balai Kota Semarang, Jumat (6/4).

Selain itu, lanjut dia, pembangunan jalan tol ini juga bisa dikembangkan karena jalan tol disatukan sistem pengendalian banjir.

“Semarang kebanjiran terus sekarang. Jadi untuk mengatasi persoalan ini bukan hanya memecahkan masalah kemacetan saja, tetapi masalah banjir, perbaikan lingkungan, dan menciptakan suatu lahan baru,”ungkapnya saat ditemui awak media.

Arie menambahkan ada potensi ekonomi lainnya dalam pembangunan jalan tol Semarang-Demak sepanjang 27 kilometer tersebut seperti munculnya potensi wisata.

Terkait  nelayan, pihaknya mengatakan bisa juga tetap tidak kehilangan mata pencaharian karena akan dikembangkan teknologi di luar tanggul laut yang dibangun di sepanjang jalur tol Semarang-Demak.

“Bagian situ, tadinya kan ada tambak dan lain lain, ini kami lagi kembangkan teknologi. Tambak kan airnya asin, kami kembangkan di luar tanggul tersebut karena secara teknologi memungkinkan,” katanya.

Untuk kawasan “mangrove” yang juga bakal terkena pembangunan jalur tol Semarang-Demak yang nantinya akan dipindahkan dan dibikinkan penggantinya di luar jalur tol. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *