Komoditas Unggulan Komparatif dan Absolut Harus Dimiliki

SEMARANG (Asatu.id) – Indonesia harus segera mentransformasi perekonomian menuju perekonomian yang berbasis manufaktur. Utamanya industri yang mengelola komoditas yang memiliki keunggulan komparatif dan keunggulan absolut.

Deputi Bidang Pengkajian Strategik Lemhanas RI Prof Dr Ir Djagal Wiseso diwakili Brigjen TNi Agus Arif Fadilah mengatakan dengan mengembangkan industri manufaktur atau manufacture base, Indonesia akan semakin banyak memperoleh keuntungan, terutama added value yang besar dan stabilitas ekonomi yang lebih baik.

“Hal tersebut melihat pengalaman krisis moneter lalu mesti menjadi pelajaran. Meski beberapa tahun berikutnya perekonomian nasional sempat membaik karena tingginya permintaan dunia terhadap komoditas negeri, namun pada 2013 perekonomian nasional kembali melemah. Hal itu disebabkan permintaan dunia terhadap komoditas Indonesia merosot tajam,” ucapnya, Jumat (6/4).

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono menerangkan, industri obat tradisional merupakan salah satu industri pengolahan yang memiliki keunggulan komparatif cukup tinggi di jateng.

“Jumlah industri pengolahan obat tradisional berskala besar dan sedang di Jawa Tengah lebih banyak dibandingkan dengan provinsi lain. Jawa Tengah juga memiliki industri bahan baku obat tradisional berskala sedang sampai dengan besar yang memang belum banyak terdapat di Indonesia,” terangnya.

Tidak hanya industri obat tradisional, imbuh Sekda, industri makan minum juga terus menunjukkan grafik perkembangan positif. Kopi salah satu komoditas yang berkembang cukup pesat di Jawa Tengah. Namun, ekspor komoditas kopi masih didominasi biji kopi mentah (non-roasted). Sehingga industri kopi perlu dikembangkan secara serius. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *