744 Kapal Nelayan Cantrang Siap Ganti Alat Tangkap Ramah Lingkungan

SEMARANG (Asatu.id) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan ada 744 kapal nelayan cantrang yang ada di Jawa Tengah yang sudah setuju mengganti alat tangkap yang ramah lingkungan.

Direktur Perizinan dan Kenelayanan, KKP, Saifuddin, mengatakan telah memberi batas waktu penggantian alat tangkap ramah lingkungan bagi nelayan Jateng sampai 2019 mendatang.

“Kami sudah memberikan izin penggantian ukur ulang kapal nelayan cantrang di Jateng sampai 76 persen. Dari 770 kapal nelayan yang ada saat ini, 744 unit di antaranya sudah bersiap mengganti alat tangkap ramah lingkungan. Yang semula kapal-kapalnya tidak sesuai ukuran atau dibawah 30 GT, diubah semua sesuai izin pemerintah pusat. Sejalan dengan hal itu, mereka juga harus membayar penerimaan negara bukan pajak (PNBP),” ungkapnya, di Gedung BPPI kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Kamis (5/4).

Izin pusat yang dimaksud yakni Instruksi Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 716 Tahun 2016 tentang Penindakan dan Pencegahan Pungli.

Dengan perubahan ukuran kapal, kata Saifuddin, maka wilayah tangkapan para nelayan itu bisa diperluas sampai Perairan Natuna, Laut Sulawesi dan Maluku.

Ia menjamin hasil tangkapan mereka pun lebih banyak dan lebih ramah lingkungan. Pihaknya memberikan alternatif alat tangkap yang bisa digunakan nelayan jika mengganti cantrangnya.

“Nelayan Jawa Tengah bisa menggunakan alat tangkap gillnet (jaring insang) porsen, bubu lipat ikan, bubu rajungan, pancing ulur, rawai dasar. Tinggal mereka ingin pakai yang mana,” tuturnya.

Dia menyebut 744 kapal nelayan itu sudah bersiap mengganti cantrang. Hal itu mengingat pemakaian cantrang cenderung merugikan nelayan kecil lantaran penggunaannya yang merusak ekosistem laut.

“Kita berharap mereka secepatnya ganti cantrang dengan alat tangkap yang lebih ramah maksimal setahun ke depan,” terangnya.

Ia mengatakan untuk program ukur ulang kapal, KKP kini mampu meraup pendapatan sebesar Rp 3,4 miliar. Kemudian untuk izin penggantian cantrang memperoleh pendapatan Rp 2,9 miliar. “Jadi totalnya mencapai Rp 6,3 miliar,” pungkasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *