BPK2L Kumpulkan Rekam Jejak Sejarah Kota Lama

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua Badan Pengelolaan Kawasan Kota Lama (BPK2L) Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pengumpulan dokumen arsip sejarah Kawasan Kota Lama.

“Pada September 2018 mendatang dokumen ini ditargetkan akan diserahkan kepada UNESCO sebagai syarat kelengkapan Kawasan Kota Lama sebagai warisan budaya atau World Heritage 2020, kemudian November akan kami kirimkan,” ungkapnya.

Mbak Ita sapaan akrabnya menjelaskan, dalam penyusunan draf dokumen Kota Lama nantinya akan ada perubahan dozzier. Jika dulunya dozzier Kota Lama merupaka jalur rempah-rempah, nantinya akan diubah menjadi kosmopolitan dalam perdagangan dan jasa.

“Semua tim masih berproses. Pada saat sekarang ini semua bersama-sama mensupport Kota Lama. Wali Kota juga support, supaya semua bisa tertata dengan baik,” ucapnya.

Ita menyatakan, dokumen yang diserahkan ke Unesco nantinya berisi tentang jejak rekam cerita sejarah Kawasan Kota Lama yang otentik. Penyusuna dokumen ini memang memakan waktu cukup lama dalam penyusunan karena akan dikaitkan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang.

“Kalau nanti tidak berkaitan dengan RPJMD, kita pembangunannya juga tidak akan bisa menyentuh ke sana. Unesco juga berpikirnya kan ke depan, tidak hanya sekarang,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *