BNNP Jateng Ungkap Peredaran Narkotika Jenis Ekstasi di Semarang

SEMARANG (Asatu.id) – Tim Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah melakukan pengungkapan kasus narkotika jenis ekstasi (MDMA) di wilayah Kota Semarang.

Dalam kasus ini, mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan di salah satu universitas favorit di Kota Semarang berinisial CPI, 22 tahun, menjadi tersangka dan  ditangkap pada Senin (23/3) malam lalu.

CPI ditangkap saat hendak meninggalkan warung angkringan tempat ia makan, di Jalan Tirto Usodo Timur, Kelurahan Pedalangan, Kecamatan Banyumanik.

Kepala BNN Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru mengatakan, Saat penggeledahan, tim menemukan 1 amplop putih berisi plastik yang di dalamnya teedapat 9 butir narkotika jenis ekstasi berwarna hijau berlogo tiga berlian.

“Saat penggeledahan didapati tersangka memperoleh sembilan butir pil ekstasi tersebut setelah memesannya melalui dark web atau situs gelap. Kesembilan butir tadi dibelinya seharga Rp 800 ribu dengan metode pembayaran transaksi bit coin atau uang virtual,” ujarnya, gelar kasus di kantornya, Semarang, Rabu (4/4).

Agus menerangkan, pembelian narkoba dengan metode transaksi bitcoin ini sendiri, lanjutnya, tergolong dalam modus baru. Pihaknya baru kali kedua menemukan kejahatan dengan pola serupa sejak temuan awal tahun 2017 lalu.

“Pusat sedang menyelidiki ini juga sejak temuan pertama. Kalau dari kita, akan ditingkatkan sinergi dengan instansi lain terkait,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala KPPBC TMP Tanjung Emas, Tjertja Karja Adil menambahkan, kasus ini pun terungkap dari sinergi dan  kerjasama BNN dan Bea Cukai Tanjung Emas Semarang, yang sebelumnya menginfokan adanya kiriman paket berisi narkotika dari belanda melalui jasa kiriman kantor pos 12 Maret lalu.

“Pengirimnya anonim, dari Belanda dan alamat yang dituju sama lagi (dengan bulan Desember 2017) lewat jasa kiriman kantor pos tanggal 12 Maret kemarin,” katanya.

Pihaknya berjanji, dengan temuan kasus teesebut akan memperketat jaring pengawasan mengingat kasus ini menyasar pada mahasiswa. Menurutnya hal tersebut mengancam generasi muda dan kedaulatan negara.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *