Tingkatkan Mutu Perfilman, Udinus Gandeng Prosfisi

SEMARANG (Asatu.id) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) terus mendongkrak perfilman dan pertelevisian di Indonesia dengan menggandeng Perkumpulan Program Studi Film dan Televisi Indonesia (Prosfisi). Upaya tersebut sebagai langkah Udinus untuk memperbaiki mutu dari perfilman yang ada di Indonesia dan tertuang dalam rapat kerja antara Udinus dengan Prosfisi.

Raker tersebut menjadi rapat yang ke-9 bagi Prosfisi dan menjadikan Udinus sebagai anggota Prosfi. Prosfisi sendiri merupakan perkumpulan dari berbagai universitas yang telah memiliki program studi film dan televisi maupun perguruan tinggi yang berkecimpung dalam dunia perfilman dan pertelevisian di Indonesia.

Rektor Udinus Edi Noersasongko mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mendongkrak perfilman yang ada di Indonesia, dari segi teknis maupun konten yang disajikan.

Menurutnya, film di Indonesia telah mengalami peningkatan yang cukup bagus namun masih kalah jauh dari film yang berasal dari luar negeri.

“Melalui raker ini kami ingin mutu dan kualitas perfilman bisa meningkat dan dapat dimanfaatkan sebagai ladang bisnis oleh anak cucu bangsa Indonesia kelak,” ujarnya, Rabu (4/4).

Ia menambahkan antusiasme masyarakat terhadap dunia perfilman dan pertevsian cenderung meningkat. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pendaftar di Program Studi Film dan Televisi Udinus.

Rektor Udinus mengatakan pihaknya terus memberikan mutu dan pengajaran yang baik agar dapat mencetak mahasiswa yang memiliki keunggulan dalam segala bidang, khususnya pertelevisian dan perfilman.

“Beberapa film Indonesia sekarang sudah menunjukkan tren yang baik, seperti Habibi dan Ainun dan Warkop DKI Reborn yang menyedot banyak animo masyarakat. Kami terus berupaya agar film Indonesia dapat meningkat melalui berbagai penelitian dan mencetak mahasiswa yang unggul,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Program Studi Film dan Televisi Indonesia (Prosfisi), Gerzon R Ayawaila mengungkapkan film pada era sekarang bukan hanya menjadi media hiburan semata, namun telah merambah sebagai penyebaran budaya.

Dia menilai peran pemerintah terhadap perfilman di Indonesia masih kurang. Untuk itu, dia berharap bergabungnya Udinus akan memperkuat Prosfisi.

“Dengan bergabungnya Udinus dengan Prosfisi dapat menjadikan perfilman dan pertelevisian Indonesia kuat dalam segi teknologi dan membantu media sebagai media pembelajaran bagi masyarakat luas,” ungkap Gerzon. (is)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *