Hindari Bundaran Bubakan, Jalan Letjen Soeprapto Diperbaiki

SEMARANG (Asatu.id) – Penutupan dan perbaikan ruas Jalan Letjen Soeprapto di kawasan Kota Lama, menimbulkan kemacetan di jalan-jalan sekitarnya. Lebih parah lagi, arus kendaraan berjubel dan menyemut memenuhi ruas bundaran Bubakan.

Bundaran Bubakan memang menjadi pemecah arus kendaraan dari beberapa arah, yaitu dari arah Jalan MT Haryono, arah Jalan Citarum dan dari arah Jalan Raden Patah yang menuju ke kota. Akibatnya arus lalu-lintas setiap saat tumplek blek di kawasan bundaran itu.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Joko Santoso menilai, dalam sebuah proses pembangunan dapat dipastikan ada pengorbanan. Seperti pembangunan atau perbaikan di ruas Jalan Letjen Suprapto yang berakibat timbulnya kemacetan di bundaran Bubakan.

“Untuk menuju lebih baik, pasti harus ada pengorbanan. Pembangunan kota lama menjadi skala prioritas Pemkot Semarang, tentu ini berefek pada hal yang lain, misalnya kemacetan di area Letjen Suprapto dan sekitarnya. Salah satu solusinya ya sementara masyarakat diminta menghindari jalur ke arah itu,” katanya, Rabu (4/4).

Joko berharap pemerintah lebih sigap dengan menambah personel Dinas Perhubungan yang mengatur lalu-lintas di wilayah kemacetan, di samping petugas dari polisi lalu-lintas.

“Karena kita sering melihat, di titik kemacetan tidak ada petugas yang mengatur lalu-lintas, baik dari bundaran Bubakan mau ke arah utara maupun ke Pasar Johar,” katanya.

Hal yang sama dilontarkan Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi. Ia membenarkan, Pemkot harus menyosialisasikan terlebih dahulu setiap kali ada kegiatan pembangunan yang berakibat mengganggu aktivitas masyarakat.

“Sosialisasi itu sangat penting dan terus menerus, sehingga masyarakat bisa mengantisipasi,” tegasnya. (is)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *