Tiga Anggota DPRD Temui Karyawan Sri Ratu Korban PHK

SEMARANG (Asatu.id) – Niat puluhan karyawan Pasaraya Sri Ratu Jalan Pemuda Semarang menemui anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, terkait kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak dari perusahaan, akhirnya kesampaian, Selasa (3/4). Tiga anggota dewan dari Komisi D menerima dan mendengarkan keluhan mereka.

Dengan dikawal aparat kepolisian, karyawan yang sebagian besar perempuan itu sebelumnya melakukan jalan kaki (long march) dari depan Sri Ratu ke gedung wakil rakyat. Sepanjang jalan mereka menyanyikan lagu-lagu yang syairnya diubah dengan kalimat tuntutan, diiringi musik dari galon kosong dan beberapa barang bekas.

Mereka juga membentangkan spanduk dan beberapa tulisan-tulisan di kertas karton yang isinya meminta perusahaan memenuhi tuntutan karyawan, seperti “Tenagaku Diperas, Pesangonku Dirampas”, “3 Bulan Pesangon Ora Jelas Blass”, “Hai Pak, Balekke Duwetkuuu”, “Ojo Pelit Kasih Pesangon”, “Tolong Pikirkan Nasib Kami” dan lain-lain.

Sampai di depan pintu gerbang gedung dewan, beberapa peserta aksi demo melakukan orasi secara bergantian dengan menggunakan pengeras suara.

“Hak kami dirampas! Kami ingin menghadap wakil kami di DPRD. Apakah sikap perusahaan yang belum membayar hak kami itu benar?!” teriak koordinator lapangan (Korlap) aksi, Karmanto yang dijawab serentak “tidaaak” oleh kawan-kawannya.

Perwakilan peserta aksi demo akhirnya diterima tiga anggota Komisi D, masing-masing Ketua Komisi Laser Narindro, Imam Mardjuki dan Dyah Ratna Harimurti.

Hadir juga perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang, manajemen dan kuasa hukum Sri Ratu serta kuasa hukum karyawan korban PHK. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *