Edukasi Penanggulangan Banjir Bisa Lewat Pokja

SEMARANG (Asatu.id) – Pemkot Semarang diminta terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya penataan drainase untuk penanggulangan banjir. Edukasi itu bisa disampaikan lewat kelompok kerja (Pokja) yang dibentuk di beberapa wilayah. Langkah itu dipandang sangat efektif, karena masyarakatlah yang secara langsung berhubungan dengan masalah lingkungan.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono dalam dialog interaktif parlemen di Hotel Noormans. Kegiatan bertema “Drainase dan Banjir Kota Semarang” itu juga menghadirkan Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Kumbino dan Ketua Pusat Studi Bencana LPPM Undip, Suseno Darsono.

Menurut Agung Budi Margono, pembentukan kelompok kerja drainase sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaannya. Di beberapa wilayah, manfaat dari pembentukan Pokja secara langsung sudah bisa dilihat kiprahnya dan sangat positif.

“Seperti di kawasan Tanah Mas dan Sendang Mulyo. Di sana sudah ada pokja yang menangani rob. Kiprahnya bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak. Itu hasil dari edukasi yang diterima, betapa pentingnya upaya menanggulangi banjir,” kata Agung.

Menurut Agung, penanganan banjir dan rob membutuhkan partisipasi publik. Dengan adanya pokja, masyarakat memiliki wadah bersama-sama pemerintah untuk mengatasi persoalan banjir dan rob di wilayahnya. Apalagi pembentukan Pokja itu juga amanat dari Perda No 7 Tahun 2014 tentang Drainase.

“Pokja itu amanat dari Peraturan Daerah (Perda) tentang Drainase yang sudah disahkan hampir empat tahun lalu. Tugas pokja ini memberikan edukasi masyarakat di kawasan sekitar. Nanti tugas pokja mengedukasi, misalnya masyarakat tidak boleh membuang sampah di saluran,” tuturnya.

Ia mencontohkan larangan untuk membuang sampah di saluran, dan sebagainya nantinya merupakan tugas dari pokja untuk mengedukasi, termasuk melaporkan jika menemui permasalahan dalam sistem drainase.

“Banjir dan rob selama ini, salah satunya kan karena tumpukan sampah yang menutupi saluran. Nanti tugas pokja mengedukasi, misalnya masyarakat tidak boleh membuang sampah di saluran,” katanya. (is)

 

 

 

 

28

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan