Disnaker Kota Semarang Berikan Anjuran Polemik Pekerja Sri Ratu

Kepala Disnaker Kota Semarang Iwan Budi Setiawan (Riska/Asatu.id)

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Disnaker Kota Semarang, Iwan Budi Setiawan, mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya mediasi untuk menjembatani permasalahan 75 Pekerja Sri Ratu Pemuda yang di PHK dengan pihak manajemen perusahaan Sri Ratu Pemuda.

”Kami sudah memberikan anjuran agar perusahaan membayar sekaligus uang pesangon sebesar satu kali ketentuan UU 13/2003. Sementara pihak pekerja menerima anjuran tersebut. Ini sebenarnya hanya masalah waktu pembayaran, ” katanya saat melakukan mediasi bersama Komisi D DPRD Kota Semarang di Balai Kota, Selasa (3/4).

Pihaknya berharap saran dari Komisi D DPRD Kota Semarang bahwa kedua belah pihak dapat berpikir kembali untuk bisa mencari solusi yang terbaik.

”Dari hasil mediasi ini diharapkan dapat menghasilkan musyawarah yang mufakat. Karena dari anggota dewan juga sudah memberikan saran untuk dapat berunding kembali diantara mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Pengacara perusahaan Sri Ratu Pemuda Oswat Lawalata mengatakan pihak perusahaan masih beritikad baik akan memberikan pesangon kepada pekerja Sri Ratu Pemuda.

“Kami tetap akan memberikan pesangon tapi kami minta pengertiannya untuk sistem pembayaran yang dicicil enam kali selama enam bulan,” ungkapnya.

Kondisi perusahaan, lanjut dia, pendapatannya memang sudah sulit karena adanya persaingan bisnis retail yang sudah menjamur belakangan ini apalagi adanya bisnis online yang kian merebak.

“Namun demekian, kami tetap tidak akan lepas tanggung jawab atas permasalahan ini,” ujarnya.

34

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan