Air Mata Karyawan Sri Ratu Menetes di Gedung Dewan

Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Laser Narindro menerima para mantan karyawan Sri Ratu Jalan Pemuda (Udin/Asatu.id)

SEMARANG (Asatu.id) – Anita Dwi (39) tidak pernah membayangkan karirnya sebagai pramuniaga di Pasaraya Sri Ratu Jalan Pemuda Semarang bakal berakhir dengan kesedihan. Puluhan tahun bekerja, ujung-ujungnya justru pemutusan hubungan kerja (PHK) yang ia terima.

Yang lebih menyedihkan, sejak di-PHK perusahaan 24 Januari 2015, sampai sekarang Anita belum menerima uang pesangon sepeser pun.

“Dimana mata hati perusahaan. Saya hanya menuntut hak saya. Keluarga saya butuh makan, tapi perusahaan tidak pernah bisa mengerti,” kata Anita di depan wakil rakyat saat mengadu bersama karyawan Sri Ratu lainnya yang sama-sama menjadi korban PHK sepihak, Selasa (3/4).

Dengan meneteskan air mata, wanita satu anak itu menceritakan, setelah pihak perusahaan tidak mau membayarkan uang pesangon yang menjadi haknya, ia mengadukan permasalahan itu ke  Disnaker Kota Semarang. Namun upayanya tetap saja sia-sia.

“Saya akhirnya menempuh jalur hukum sampai Mahkamah Agung (MA). Hasilnya positif, ada keputusan tetap dari MA yang memerintahkan Sri Ratu segera membayarkan hak saya. Tapi sampai sekarang ketetapan hukum itu pun diabaikan Sri Ratu,” tutur Anita dengan suara parau.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Anita yang tinggal di kawasan Jalan Kawi, Semarang Selatan, kini bekerja serabutan untuk membantu suaminya yang bekerja sebagai karyawan proyek.

Nasib yang sama juga dilontarkan Rohmah, karyawan Sri Ratu bagian kasir. Bedanya, Rohmah menjadi korban PHK sepihak bersama 74 karyawan lainnya sejak Desember tahun lalu, dan sampai sekarang juga belum menerima pesangon.

“Ketika masih kerja setiap hari saya berdoa untuk kebesaran dan kemajuan Sri Ratu. Ternyata saya di-PHK dan tidak diberi pesangon. Seharusnya perusahaan mikir, bagaimana perasaan orang yang di-PHK dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya,” papar Rohmah sambil sesenggukan menahan tangis.

Di hadapan Ketua Komisi D Laser Narindro dan dua anggotanya, Dyah Ratna Harimurti dan Imam Mardjuki, para karyawan Sri Ratu korban PHK berharap segera mendapat pesangon.

212

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan