Umat Islam Harus Manfaatkan Momentum Revolusi Industri

SEMARANG (Asatu.id) Unissula menggelar seminar “Qur’anic Bio-Economy and Digitalization toward 4th Industrial Revolution”, Senin (2/4).

Rektor Unisula, Prabowo Setyawan mengatakan pada jaman akhir ini  sangat sulit menjaga agama. Oleh karena itu, seminar ini dapat membuka wawasan masyarakat tentang perekonomian Islam pada revolusi industri yang sudah sampai level empat.

“Kami harapkan tidak hanya sampai di seminar ini saja tapi ada tindak lanjut untuk memaksimalkan potensi yang ada di Unissula supaya semakin berkembang baik itu mahasiswa maupun dosen,” ujarnya.

Mengembangkan bahan bakar ramah lingkungan Bio-fuel, dalam Al Quran dijelaskan minyak itu bisa didapatkan dari tumbuhan yang masih hijau, tidak hanya dari fosil.

Sementara itu Pendiri dan Chairman Startup Center Indonesia, Muhaimin Iqbal menuturkan umat Islam harus bangkit dan memanfaatkan momentum dalam revolusi industri yang saat ini sudah sampai pada level empat. Indonesia akan kehabisan minyak pada tahun 2030 dan sampai saat ini pemerintah belum memastikan alternatif apa yang akan digunakan untuk mengganti minyak.

“Tumbuhan batangnya bisa dipotong, dibakar menjadi arang, arang dipanaskan dalam suhu 500 derajat Celsius akan menjadi bio-oil, dipanaskan lagi dalam suhu 900 derajat celsius bisa menjadi syn-gas. Maka inilah yang perlu kita kembang energi yang baru dan terbarukan dan ramah lingkungan,” tegas Muhaimin.

Dan salah satu tanaman paling mudah untuk dijadikan bahan bakar adalah pohon kaliandra merah yang masa panennya enam bulan sekali. Kalau umat Islam bisa berbondong-bondong mengembangkan energi tersebut, tidak mungkin perekonomian akan kembali dikuasai oleh umat Islam. (is)

 

 

 

19

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan