BBWS Kebut Normalisasi Sungai BKT

SEMARANG (Asatu.id) – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali Juwana terus melakukan percepatan normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT). Untuk tahap I ini, tiga paket pengerjaan telah dalam proses.

Kepala BBWS Rubhan Ruziyatno menerangkan, paket I pengerjaan ada di kawasan hilir berada di Tambahlorok kelurahan Tanjungemas Semarang hingga jembatan rel kereta api. Paket II mulai jembatan rel Kereta sampai Jembatan Citarum, dan paket III dari Jembatan Citarum hingga Jembatan Majapahit.

“Normalisasi sebenarnya sudah dimulai sejak akhir tahun 2017. Sesuai kontrak berakhir pada pertengahan tahun 2019 mendatang. Tapi kami minta kepada pelaksana proyek dengan anggaran mencapai Rp500 miliar itu  bisa mempercepat normalisasi diakhir 2018 dengan penambahan alat berat dan juga pekerja,” ujarnya, Senin (2/4).

Ditanya menyoal kendala untuk normalisasi di bagian hilir, pihaknya menyatakan masih ada 143 hunian yang sampai saat ini dihuni oleh masyarakat dan adanya pipa gas.

“Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, masyarakat yang masih berada di wilayah kerja, untuk bisa segera di relokasi agar pembangunan bisa berjalan dengan lancar. Untuk hunian rencananya minggu depan sudah ada 73 yang akan direlokasi ke Rusun,” imbuhnya.

Dijelaskan Rubhan, dibagian hilir lebar sungai akan dibuat lebih lebar dari hulu. Rencanayan di bagian hilir permukaan  air akandibuat 90 meter lebih. Sementara di hulu akan dibuat menjadi 60 meter. “Sementara untuk tanggulnya nanti akan berbentuk trapesium setinggi tiga mater dan kedalaman sungai setelah dinormalisasi akan menjadi 3 meter,” tukasnya. (is)

 

20

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan