Sekda Pesan Peserta UNBK agar Tak Percaya Bocoran Soal

SEMARANG (Asatu.id) – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Tengah 100 persen menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018. Sedangkan untuk tingkat SMA, tercatat yang menerapkan UNBK sebanyak 98,34 persen.

Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sri Puryono mengatakan, Motto UNBK “Prestasi Penting tapi Jujur lebih Utama”, prioritas harus ditanamkan kepada para siswa. Diharapkan dengan penanaman motto tersebut kualitas pendidikan serta kuantitas kelulusan setiap tahun kian meningkat.

“Seperti SMK Negeri Jateng yang lulusannya sudah banyak diterima di dunia kerja. Saya berharap SMK lainnya juga demikian” ujarnya, Senin (2/4).

Kepada peserta UNBK, dia meminta para agar tidak percaya dengan adanya bocoran soal. Hal tersebut tidak dimungkinkan, karena soal berasal dari bank data pusat.

“Semua peserta UNBK harus belajar dan berdoa, orang tua juga ikut berdoa dan mendukung untuk anak-anaknya agar UNBK lancar dan nilainya bagus,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah, Gatot Bambang Hastowo menerangkan, peserta UNBK 2018 tingkat SMK di Jawa Tengah sebanyak 246. 267 siswa yang tersebar di 1.527 SMK negeri dan swasta.

“Sementara UNBK tingkat SMA yang akan dilaksanakan ada 9-12 April 2018 diikuti 184.737 siswa di 1.480 sekolah,” ucapnya.

UNBK jenjang SMK dilaksanakan empat hari, Senin -Kamis pada tanggal 2-5 April, kemudian SMA pada kemudian 9-12 April untuk jenjang SMA dan madrasah aliyah (MA). Ujian susulan untuk SMA/SMK dan MA akan dilaksanakan pada 17-18 April 2018. (is)

 

 

18

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan