ASN Diminta Maksimalkan Transportasi Massal

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala BLU Trans Semarang Ade Bhakti berharap agar Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Semarang bisa maksimal menggunakan transportasi massal Bus Rapid Transit (BRT) untuk mobilitas sehari harinya dalam bertugas.

Menurutnya, dimulainya penggunaan moda transportasi BRT dari golongan tertentu, semisal pegawai pemerintah Kota Semarang, bisa memberikan contoh dan menarik golongan lain seperti pelajar, mahasiswa, dan lain sebagainya dalam menggunakan transsportasi umum BRT daripada kendaraan pribadi dalam aktivitasnya.

“Kita inisiasi, di temen-temen kantor dulu, yang ada sekitar 70 orang kita wajibkan naik BRT di Hari Jumat. Dan harus bayar. Bukan malah yang naik temen sendiri malah enggak bayar. Enggak digratiskan,” ujarnya, Sabtu (31/3).

Ade menerangkan, sebenarnya sudah banyak para ASN pemkot Semarang yang menggunakan BRT dalam mobilitasnya. Namun hal tersebut belum signifikan.

“Untuk saat ini kita belum pernah meneliti berapa jumlah ASN yang naik BRT. Belum bisa di tracking berapa persennya. Kalau dari kalangan pelajar dan umum masih bisa. Kurang lebih dari tahun kemarin 9,1 sekian juta pengguna BRT, pelajar 2,5 juta atau 25 persen, itu berdasarkan tiketing,” imbuhnya.

Adapun untuk tahun ini, Pemerintah Kota Semarang bakal menambah jumlah koridor baru, yakni koridor VII April 2018. Di tahun 2019, rencananya Pemkot juga akan menargetkan koridor VIII ditambah 2 atau 4 koridor fedder.

“Kalau  memang bisa semua tahun depan selesai. Tapi anggarannya belum bisa memenuhi. Kita mulai dulu koridor VII,” tukasnya. (is)

 

 

20

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan