Razia Anjal akan Diintensifkan

SEMARANG (Asatu.id) – Jumlah anak jalanan (Anjal) di Kota Semarang sangat memprihatinkan. Di beberapa ruas jalan masih banyak ditemui anak jalanan dengan beragam aktivitasnya yang terkadang mengganggu kenyamanan masyarakat.

Berkaitan dengan itu, Dinas Sosial Kota Semarang mulai tahun ini akan menggiatkan operasi bersama aparat kepolisian sebagai konsekuensi penegakan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 yang mengatur anak jalanan (Anjal).

Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial Kota Semarang, Tri Waluyo mengatakan, dengan adanya penegakan Perda Anjal itu, para pelaku eksploitasi anak bakal dijerat hukuman setimpal.

“Pola penindakannya akan dikerjakan petugas Satpol PP dan Polrestabes Semarang. Jika Perda Anjal segera ditegakkan, maka nantinya setiap orangtua yang nekat mengeksploitasi anaknya akan ditangkap, dibawa Satpol PP, kemudian diperiksa Polrestabes, selanjutnya dibawa ke Resos Mardi Utomo untuk dibina lebih lanjut,” kata Tri Waluyo.

Berbagai upaya telah dilakukan Dinas Sosial untuk menyadarkan para orangtua dari anak jalanan untuk tidak mengizinkan anaknya turun ke jalan. Seperti Kamis (29/3) lalu, misalnya, Dinas Sosial mengumpulkan puluhan orangtua anak jalanan di Balai Kelurahan Randusari.

Kesempatan itu dimanfaatkan Dinas Sosial untuk memberi penyuluhan tentang Perda yang melarang aktivitas anak jalanan. Bahkan para orangtua disuruh menandatangani surat pernyataan yang intinya tidak akan lagi mengizinkan anaknya berkeliaran dengan menyandang status anak jalanan.

Menurut Tri Waluyo, penegakan Perda Anjal menjadi opsi bagus setelah berbagai upaya untuk menghentikan perilaku orangtua yang mengekploitasi anaknya tak kunjung membuahkan hasil.

“Kami sudah berupaya memberi program-program pelatihan. Harapannya biar orangtua jangan mempekerjakan anaknya ke jalanan lagi, tetapi tidak pernah dihiraukan degan alasan ekonomi. Diberi bantuan juga akhirnya dijual lagi,” tutur Tri. (is)

18

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan