Bunyamin Tegaskan Pendirian SMP N 45 Proses Kajiannya Masih Jauh

SEMARANG (Asatu.id) – Rencana Pemkot Semarang mendirikan SMP Negeri 45 di Kelurahan Banjardowo, Kecamatan Genuk masih dalam kajian dan tidak perlu dikhawatirkan. Prosesnya bisa dikatakan masih sangat jauh.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin, menanggapi pernyataan Forum Komunikasi Sekolah Swasta se-Kecamatan Genuk dan elemen masyarakat lain yang menolak rencana pemkot mendirikan sekolah.

“Saat ini baru proses kajian Feasibility Study (FS) atau kelayakan. Jadi masih sangat jauh. Belum sampai ranah teknis. Pengajuan anggaran saja belum,” terangnya.

Dia memastikan, setiap rencana program pemerintah dipastikan melewati proses kajian mendalam. Sehingga tidak sertamerta asal dibangun.

“Kalau pemerintah mau mendirikan apa-apa, termasuk sekolah, pasti pertama kali yang dilakukan adalah melakukan kajian. Nah, saat ini baru dikaji,” katanya.

Hasil kajian tersebut, lanjut Bunyamin, untuk mengetahui apakah di daerah setempat, yakni di Kelurahan Banjardowo Kecamatan Genuk layak didirikan sekolah negeri atau tidak.

“Jadi, tergantung hasil kajiannya nanti seperti apa. Kalau memang layak baru ditindaklanjuti ke arah teknis, termasuk dilakukan sosialisasi. Tetapi kalau tidak layak ya tidak dibangun, kan begitu,” katanya.

Hal yang paling prinsip, lanjut Bunyamin, pemerintah wajib memberikan hak pendidikan kepada masyarakat. Baik warga setempat, maupun warga yang terdampak pembangunan normalisasi Banjir Kanal Timur yang direlokasi di wilayah tersebut agar jangan sampai kesulitan mendapatkan pendidikan. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *