Rencana Pendirian SMPN 45 di Genuk Ditolak Warga

SEMARANG (Asatu.id) – Forum Komunikasi Sekolah Swasta se-Kecamatan Genuk menolak rencana Pemkot Semarang membangun sekolah baru, yakni SMP Negeri 45 di Kelurahan Banjardowo. Penolakan itu juga dilontarkan elemen masyarakat yang lain.

Alasan penolakan itu karena berdasarkan hasil kajian Forum Komunikasi Sekolah Swasta tersebut, didirikannya SMP Negeri 45 diperkirakan bakal mematikan sejumlah sekolah swasta karena tersedot masuk ke sekolah negeri baru.

Lukni Maulana, salah satu warga setempat mengatakan, Pemkot Semarang harus melakukan kajian serius dan komprehensif dengan melibatkan Forum Komunikasi Sekolah Swasta, termasuk perwakilan masyarakat setempat.

“Jika jadi dibangun, menurut saya tidak hanya mematikan sekolah swasta tetapi juga akan berdampak mematikan pendidikan agama berbasis madrasah diniyah. Kawasan pesisir di wilayah perbatasan Demak-Semarang itu memiliki corak yang khas, masyarakatnya mayoritas kaum santri,” katanya, Sabtu (31/3).

Rencana pendirian SMP Negeri 45 ini, lanjut Lukni Maulana, akan sangat berdampak mengikis budaya santri.

“Sudah banyak bukti, sebelumnya telah didirikan SMP Negeri 43 di wilayah Genuk, dampaknya dua sekolah tidak mendapatkan siswa yakni SMP Hasanuddin 8 dan SMP Al-Islam,” katanya.

Selanjutnya, kata dia, SMP Negeri sekarang berbasis Full Day School yang rentan mematikan madrasah diniyah. Kalaupun alasan pemerintah karena untuk mencukupi kebutuhan warga bantaran sungai Banjir Kanal Timur (BKT) yang akan direlokasi di wilayah Kecamatan Genuk, itu sama sekali tidak berdasar. Sebab, berdasarkan kajian dan penghitungan Forum Komunikasi Sekolah Swasta menyebut bahwa jumlah sekolah di wilayah tersebut lebih dari cukup.

“Pemkot Semarang harus membatalkan rencana itu dan melakukan kajian ulang dengan melibatkan elemen masyarakat terkait,” katanya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *