Pengamat: Lamanya Masa Kampanye Berpotensi Paslon Kewalahan

SEMARANG (Asatu.id) – Pengamat politik dari Universitas Diponegoro Semarang, Teguh Yuwono mengatakan, lamanya masa kampanye di Pilgub Jateng akan membuat paslon kehabisan energi dan kewalahan.

Hal tersebut mengingat waktu kampanye yang lima bulan lebih, yakni 15 Februari sampai 23 Juni 2018 dan cakupan wilayah Jawa Tengah sangat luas, yaitu sebanyak 35 kabupaten/kota.

“Gerakan para calon terasa sunyi dan cenderung irit. Sifat kampanye, bukan pengerahan massa, melainkan lebih ke konsolidasi dalam komunitas-komunitas yang jumlahnya peserta tidak banyak,” ujarnya, Sabtu (31/3).

Teguh tak ingin pesimi. Dia menilai pola tersebut memang sengaja dilakukan dan paslon masih menyimpan taktik rahasia untuk dikeluarkan pada waktu yang tepat.

Terkait Alat Peraga Kampanye, dirinya menyebutkan seharusnya sejak ditetapkan dan sudah mendapat nomor urut, KPU harus langsung memasang dan menyosialisasikan pasangan calon.

“APK yang dipasang nanti juga jangan hanya memuat nama dan nomor pasangan calon. Harus ada juga program kerja yang ditawarkan. Dari Sudirman mungkin 22 Janji Kerja itu, Ganjar programnya apa, nah itu harus ikut dipaparkan agar rakyat tahu visi misi mereka,” ucapnya.

“Selain itu juga harus memberi pendidikan politik kepada masyarakat. Serta menarik perhatian, dan mampu meningkatkan partisipasi dalam coblosan,” tukasnya. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *