Relokasi Memang Tidak Mudah Dilakukan

SEMARANG (asatu.id) – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Ahmadi mengatakan, persoalan relokasi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana tidak mudah. Hal tersebut mengingat melekatnya budaya, tradisi dan kelangsungan ekonomi masyarakat.

Ahmadi menerangkan, dengan relokasi, akan membawa dampak pada keberlangsungan ekonomi pada masyarakat yang direlokasi.

Sebagai contoh, di Semarang, tepatnya di Trangkil, Kecamatan Gunungpati, ada orang yang hidup di daerah rawan bencana, kemudian di relokasi ke Rumah Susun dan tidak mau karena di Rusun, karena tidak bisa beternak ayam.

“Ada faktor ekonomi disitu yang menyertai relokasi. Untuk itu jika ingin melakukan relokasi, pemerintah harus memperhitungkan juga aspek ekonomi bagi warga disitu,” ujarnya, Jumat (30/3).

Selain itu, meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk terus berupaya memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat.

“Pendidikan atau edukasi kebencanaan sangat penting dilakukan, terutama terhadap masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana alam,” tukasnya.

14

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan