Dewan Minta Pemprov Terus Lakukan Edukasi Bencana

SEMARANG (asatu.id) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah meminta  Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk terus berupaya memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat.

“Pendidikan atau edukasi kebencanaan sangat penting dilakukan, terutama terhadap masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana alam,” ujar Ahmadi anggota dewan dari Fraksi PKS, Jumat (30/3).

Ahmadi menerangkan,  ada tiga hal atau isu penting dalam kebencanaan di Jateng, pertama adalah regulasi terhadap pengawasan kawasan harus dilakukan, kedua terkait relokasi kebencanaan, ketiga bagaimana memberikan edukasi daerah mitigasi bencana.

“Di Jateng terdapat 3.600 desa yang masuk wilayah rawan bencana. Dua ribu di antara nya merupakan zona merah rawan longsor, dan sisanya merupakan daerah berpotensi banjir. Untuk itu edukasi kebencanaan suatu hal penting,” imbuhnya.

Dirinya berharap, dengan upaya edukasi kebencanaan yang terus menerus dilakukan pemerintah terhadap masyarakat. “Selain akan muncul kesadaran terhadap bencana alam. Juga risiko bencana bisa diminimalisir,”ucapnya.

Sementara, Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Sarwa Pramana mengatakan, selama ini pihaknya terus gencar dalam melakukan berbagai upaya edukasi bencana kepada masyarakat jateng.

Pihaknya juga mengapresiasi DPRD Jateng yang sudah memahami kebencanaan, dimana akan berdampak pada perhatian yang lebih untuk kebencanaan di Jateng.

Sarwa menceritakan, dalam upayanya memberikan edukasi pendidikan kebencanaan terhadap warga di dekat kawasan merapi. Kasus meletusnya Gunung Merapi tahun 2010, ada ratusan warga yang waktu itu kami upayakan relokasi, namun tidak mau.

“Alhamdulillah setelah kami lakukan edukasi terus menerus, pada 2014 saat Gunung Merapi menunjukkan gejala meletus, tidak diperintah langsung menuju ke titik kumpul,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *