Dinas Sosial Kumpulkan Ortu Anak Jalanan di Kelurahan Randusari

SEMARANG (Asatu.id) – Puluhan orangtua (Ortu) yang mempunyai anak jalanan (Anjal), terutama yang tinggal di wilayah Kecamatan Candisari, dikumpulkan oleh Dinas Sosial Kota Semarang dalam acara Focus Group Discussion (FGD) di Balai Kelurahan Randusari, Kamis (29/3).

Para orangtua yang sebagian besar datang beserta anaknya itu diberi pengarahan oleh petugas dari Dinas Sosial, tim pendampingan Setara, dan Sugihartono dari Komisi D DPRD Kota Semarang.

Dari data Dinas Sosial, aktivitas para anak jalanan itu tercatat bermacam-macam, antara lain penjual koran, pengamen, pengemis, gelandangan dan pedagang kecil kelilingan.

“Jumlah anak jalanan di Kota Semarang sangat banyak. Setiap kali diadakan razia selalu ada yang lolos. Sementara yang tertangkap setelah diberi bimbingan dan pengarahan juga banyak yang kembali ke jalan,” kata Sugihartono.

Anggota dewan, lanjut Sugihartono, sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Dinas Sosial yang salah satunya dengan kegiatan FGD. Sebab peraturan yang mengatur soal anjal memang belum efektif. Terbukti di ruas-ruas jalan masih banyak ditemui anak jalanan.

“Razia yang dilakukan petugas itu sebenarnya tidak sekadar biar kota kelihatan bersih. Aturan yang ada pun bertujuan memanusiakan manusia, karena realitanya banyak risiko jika anak-anak beraktivitas di jalanan,” tutur politisi Partai Demokrat itu.

Sugihartono juga mengharap pemkot memberi solusi yang tepat agar para anjal tidak kembali ke jalan. Disamping itu peran orangtua dari para anjal sangat penting dan diperlukan.

Dalam kegiatan FGD itu, para orangtua juga diberi selembar surat pernyataan untuk ditandatangani, yang intinya bersedia membantu program pemerintah memberantas anjal dan tidak mengijinkan anaknya kembali ke jalanan.

19

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan