KNCI Tolak Pembatasan 1 NIK 3 Sim Card

SEMARANG (Asatu.id) – Ribuan orang dari Kesatuan Niaga Celluler Indonesia (KNCI) Jawa Tengah mengadakan demo di depan Gedung DPRD Jateng, Rabu (28/3). Massa yang terdiri dari para pemilik outlet dan konter seluler yang ada di Jawa Tengah, menyatakan penolakannya terkait pembatasan regristrasi kartu prabayar 1 Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk 3 Sim Card (1 NIK 3 Sim Card) oleh pemerintah.

“Kami menolak pembatasan regristrasi kartu prabayar 1 NIK 3 Sim Card. Kami juga mendesak Presiden Jokowi untuk mencopot Rudiantara dari jabatan Kemenkominfo, karena telah ‘membunuh’ jutaan pelaku usaha seluler,” teriak koordinator aksi, Nasirullah Guntur Surendra dari atas mobil pick up yang dijadikan panggung aksi demonya.

Di hadapan massa yang datang dari berbagai daerah se-Jawa Tengah, Nasirullah juga melontarkan tuntutan lainnya, yakni tidak akan ada penyalahgunaan data maupun terciptanya lapangan pekerjaan dan usaha mikro menengah, bukan sebaliknya malah menghancurkan keberadaan mereka.

“Ribuan orang ini butuh ketegasan pemerintah. Kami mohon anggota DPRD memberi dukungan pada kami yang menuntut pemerintah menjamin data masyarakat agar tidak ada penyalahgunaan data untuk kepentingan apapun. Kalau perlu Presiden ikut turun tangan menyelesaikan polemik pembatasan registrasi karti prabayar demi terciptanya lapangan pekerjaan dan usaha mikro menengah,” kata Nasirullah.

Kepada Asatu.id, Nasirullah menjelaskan anggota KNCI yang turun ke jalan dan melakukan demo di depan gedung DPRD Jateng berasal dari daerah kota/kabupaten yang ada di Jawa Tengah. Antara lain dari Rembang, Kudus, Pati, Jepara, Demak, Tegal, Pemalang, Cilacap, Temangggung, Purbalingga dan Brebes.

Peserta aksi berangsur-angsur membubarkan diri setelah ditemui Wakil Ketua DPRD Jateng, Ferry Wawan Cahyono dan Tubayanu dari Dishubkominfo Jateng. Ferry sempat naik panggung di atas mobil pick up dan berjanji akan menyampaikan tuntutan peserta aksi ke Kemenkominfo. (is)

 

 

41

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan